GARDA KISAPA SIAP AMANKAN PENGUKUHAN FKSP.
GARDA KISAPA Siap berkitmah dalam pengawalan dan Pengamanan Pengukuhan Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP)
Pengurus Garda Kisapa berfoto bersama seusai rapat pematangan untuk pengamanan pengukuhan pengurus FKSP. (Foto: Dokumentasi FKSP). Garda Kisapa Matangkan Pengamanan Pengukuhan Pengurus FKSP
SEMARANG — Garda Kisapa (Kiai Santri Pancasila) menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan acara pengukuhan pengurus Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) yang akan digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Jalan Abdulrachman Saleh, Sabtu (14/2/2026). Pengukuhan tersebut rencananya akan dilakukan oleh pejabat Kementerian Agama Republik Indonesia dan dihadiri para kiai, santri, serta tokoh-tokoh lintas organisasi kemasyarakatan Islam.
Kesiapan pengamanan ini bukanlah persiapan mendadak. Sejak beberapa pekan terakhir, Garda Kisapa telah menggelar berbagai latihan serta rapat pemantapan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan aman terkendali. Fokus pengamanan tidak hanya pada aspek teknis pengaturan massa, tetapi juga pada upaya menjaga suasana acara tetap khidmat, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.
Puncak persiapan dilakukan dalam rapat koordinasi sekaligus konsolidasi yang berlangsung di Markas Besar Mafia Sholawat Indonesia, Kalicari, Pedurungan, Semarang, Jumat malam, 6 Februari 2026. Dalam rapat tersebut, seluruh unsur pimpinan dan anggota Garda Kisapa melakukan evaluasi kesiapan personel, pembagian tugas pengamanan, serta simulasi pengaturan area acara, mulai dari pintu masuk, area parkir, hingga lokasi utama pengukuhan.
Ketua FKSP, Achmad Robani Albar, menjelaskan bahwa FKSP dibentuk oleh sembilan kader organisasi kemasyarakatan Islam sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat ukhuwah islamiyyah sekaligus menjadi perekat keragaman berbagai aliran dan mahzab dalam Islam. “FKSP ingin menjadi ruang temu, ruang dialog, dan ruang kerja bersama bagi kiai dan santri lintas latar belakang kader ormas islam. Ada bidang keamanan FKSP drngan nama GARDA KISAPA dapat berkitmah dalam tugas pengamanan seluruh para kiai dan acara pengajian dan keagamaan lintas ormas islam." ujarnya.
Ia menambahkan, embrio FKSP berangkat dari gagasan Kampung Pancasila di Genuk, Semarang, yang diresmikan oleh Wali Kota Semarang saat itu, Hendrar Prihadi, pada Jumat, 12 April 2019. Dalam peresmian tersebut hadir Dandim 0733/Kota Semarang Letkol Inf. Honi Havana sertabjuga dihadiri Romo Benny Susetyo, Pr, rohaniawan Katolik yang juga Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Peristiwa itu menjadi tonggak penting dialog lintas iman dan penguatan nilai Pancasila.
Kepengurusan FKSP sendiri terdiri dari Dewan Syuro, Dewan Penasihat, Dewan Pengawas, Dewan Pembina, dan Pengurus Harian. Sejumlah tokoh Islam berpengaruh di Jawa Tengah tercatat berada dalam kepengurusan ini, antara lain Sun Djok San, Joko Wahyudi, Achmad Robani, Singgih Tri Sulistyono, Taslim Syahlan, Ali Shodiqin, Arnas Agung Andrarasmara, Ulin Nuha, Suwanto Widodo, Gunoto Saparie, Shokib Ridwan, Nur Azis, Indriyanto, Suwarto, Bambang Wuragil, Achmad Munawar Shodiq, Naya Amin Zaini, Nur Rokhim Al Abrory, Yenuarso, A.M. Juma'i, Joko Hartono, Agus Haryadi, Maryana, Maulana Sanusi, Jagarin Pane, Miftahuddin, Suraji, Nurkamid Widi Nugroho, Muhammad Mualif Nasution, Sholihul Hadi, Mohammad Agung Ridlo, dan Muhammad Supriyadi.
Sun Djok San menegaskan, FKSP mengharapkan terwujudnya kehidupan beragama Islam yang harmonis, damai, dan toleran di Indonesia. Karena itu, FKSP berfokus pada pemeliharaan kerukunan antarumat Islam dan antar-organisasi kemasyarakatan Islam, sekaligus pengembangan moderasi beragama sebagai fondasi penguatan kesatuan bangsa. Dalam konteks itulah, peran Garda Kisapa dipandang strategis untuk memastikan momentum pengukuhan FKSP berjalan aman dan bermakna. (GS).


Post a Comment