Keutamaan Bulan Muharam.
Keutamaan Bulan Muharam.Semarang, 10 Juni 2026, Fjg online, Tentang Hijrah Rasulullah ﷺ adalah perpindahan Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya dari Makkah ke Madinah pada 622 M. Peristiwa ini dilakukan untuk menyelamatkan umat Islam dari tekanan dan rencana pembunuhan kaum Quraisy, sekaligus menjadi titik balik lahirnya peradaban dan negara Islam pertama yang berdaulat.Peristiwa monumental ini dapat diringkas melalui beberapa fase penting berikut:Awal Mula dan Pemboikotan: Dakwah di Makkah mendapat tantangan keras. Puncaknya, kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad ﷺ.Strategi Melarikan Diri: Nabi menggagalkan rencana pembunuhan dengan meminta Ali bin Abi Thalib tidur di ranjang beliau, lalu diam-diam keluar bersama Abu Bakar. Mereka bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur dan menempuh rute yang tidak biasa menuju Yatsrib (Madinah).Singgah di Quba: Dalam perjalanan, Nabi singgah di desa Quba dan mendirikan Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah Islam.Tiba di Madinah: Beliau disambut meriah oleh penduduk Madinah (kaum Anshar). Kota ini kemudian dikenal sebagai Madinatur Rasul (Kota Rasul).Langkah Awal di Madinah: Di kota ini, Nabi mempersatukan kaum Muhajirin (pendatang dari Makkah) dan kaum Anshar, mendirikan Masjid Nabawi, serta membuat Piagam Madinah untuk menciptakan kedamaian antar umat beragama.Peristiwa hijrah ini di kemudian hari ditetapkan sebagai awal mula penanggalan Kalender Hijriyah.
Keistimewaan Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk dalam empat bulan haram (suci) bersama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Banyak kitab dan ulama yang membahas keistimewaan bulan ini. Berikut adalah beberapa keistimewaan bulan Muharram berdasarkan sumber dari kitab-kitab Islam:
1. Bulan Haram (Bulan Suci) Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36). Dengan Kegiatan Keagamaan dan Sosial Para ulama, seperti dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa bulan-bulan haram ini memiliki kemuliaan khusus dan dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah serta menghindari perbuatan dosa.
2. Puasa di Bulan Muharram Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan Muharram. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Baca Juga Puasa Asyura: Sejarah, Keutamaan dan Dzikir di Bulan Muharram Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani, dijelaskan bahwa puasa di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura (10 Muharram), memiliki keutamaan yang besar. Puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
3. Hari Asyura Hari Asyura (10 Muharram) memiliki sejarah yang penting dalam Islam. Beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini antara lain adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari tersebut. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Saya berharap kepada Allah bahwa puasa hari Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim) Baca Juga Mengenal Hubungan Islam dan Seni Dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, diceritakan bahwa Rasulullah SAW saat pertama kali datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa AS. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak untuk mengikuti sunnah Nabi Musa AS, sehingga beliau menganjurkan puasa pada hari tersebut.
4. Memperbanyak Amal Kebaikan Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa bulan Muharram adalah waktu yang baik untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir. Bulan ini adalah waktu yang diberkahi, dan setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
5. Menghindari Perbuatan Dosa Kitab Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa karena bulan Muharram adalah salah satu bulan haram, maka umat Islam dianjurkan untuk menghindari perbuatan dosa dan maksiat. Allah SWT memberikan peringatan agar kita tidak menzalimi diri kita sendiri dalam bulan-bulan ini dengan berbuat dosa. Kesimpulan Bulan Muharram adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, puasa, dan amal kebaikan pada bulan ini, serta menghindari perbuatan dosa. Menghidupkan sunnah Nabi SAW dan mengikuti jejak para salafus salih dalam memuliakan bulan Muharram akan membawa banyak kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan kita. Semoga kita semua dapat memanfaatkan keistimewaan bulan Muharram dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan rida Allah SWT. Aamiin.
By: Alfaqir ARA.
Penulis: Achmad Syarif

Post a Comment