News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Menjaga Adab Umat dengan memperkuat amar maruf nahi munkar yang sesungguhnya.

Menjaga Adab Umat dengan memperkuat amar maruf nahi munkar yang sesungguhnya.


Menjaga Adab Umat, Melalui Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan yang sesungguh2nya.

Assalamu’alaikum wrwb. Puji dan syukur yang tidak terhingga marilah kita haturkan kepada zat yang menguasai jiwa dan raga kita, Allah Rabbul 'Alamin. Atas taufik, hidayah, dan inayah-Nya, pada hari yang penuh berkah ini kita masih diberikan kesempatan untuk bernapas, melangkah, dan duduk bersama di majelis ilmu ini dalam keadaan sehat walafiat. Sungguh, nikmat waktu luang dan kesehatan adalah dua hal yang sering dilalaikan manusia, namun hari ini Allah gerakkan hati kita untuk menggunakannya dalam ketaatan.

Shalawat beriringan salam mari kita sanjungkan kepada teladan abadi kita, manusia agung yang membawa risalah kebenaran, Baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga shalawat tersebut juga mengalir kepada keluarga beliau, para sahabat yang berjuang taruhan nyawa, hingga kepada kita selaku umatnya. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Pada kesempatan yang berharga ini, saya ingin mengajak diri saya pribadi dan hadirin sekalian untuk merenungkan sebuah pilar penting dalam agama kita, yaitu Amar Ma'ruf Nahi Munkar—mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Mengapa kita harus terus membahas tema ini? Karena hari ini kita hidup di zaman yang penuh dengan tantangan fitnah. Kita hidup di masa di mana batasan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah) sering kali menjadi kabur. Yang ma'ruf kadang dianggap kuno dan aneh, sedangkan yang munkar justru dikemas dengan sangat indah, diviralkan, bahkan dianggap sebagai sebuah tren dan kewajaran.

Jika sebuah bangsa atau masyarakat sudah abai, acuh tak acuh, dan bersikap "masa bodoh" terhadap kemaksiatan yang terjadi di sekitarnya, maka sejatinya masyarakat tersebut sedang berjalan menuju kehancuran moral dan mengundang murka Allah SWT.

Amar maruf nahi munkar," Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam dalil-dalilnya, mari kita pahami dulu apa esensi dari kalimat ini.

Al-Ma'ruf adalah segala sesuatu yang dikenal baik, diterima oleh syariat, dan mendatangkan maslahat bagi manusia. Contohnya: jujur, adil, berbakti kepada orang tua, shalat, sedekah, dan menjaga lisan.

Al-Munkar adalah segala sesuatu yang diingkari oleh syariat, dinilai buruk oleh akal sehat, dan mendatangkan kerusakan. Contohnya: zina, judi, mabuk, korupsi, menyebar fitnah, ghibah, dan kezaliman.

Maka, amar ma'ruf nahi munkar bukan sekadar aksi protes atau demonstrasi. Ini adalah manifesto kasih sayang seorang Muslim kepada saudaranya. Kita mengajak orang lain ke surga karena kita tidak ingin mereka terjerumus ke dalam neraka.

Allah SWT di banyak tempat di dalam Al-Qur'an memuji orang-orang yang menegakkan amar maruf nahi munkar ini. Berikut adalah dalil-dalil pendek yang sangat mudah kita hafal:

Dalil 1: Identitas Umat Terbaik

Dalam Surah Ali 'Imran ayat 110, Allah SWT menegaskan syarat mengapa umat Islam disebut umat yang paling unggul:

تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

"...ta'murūna bil-ma'rūfi wa tan-hawna 'anil-mungkar..."

Artinya: "...Kamu (umat Islam) menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar..."

Perhatikan ayat ini. Allah tidak mengatakan kita umat terbaik hanya karena kita rajin shalat malam sendirian di kamar. Tetapi kita menjadi umat terbaik ketika kesalehan pribadi kita mampu bertransformasi menjadi kesalehan sosial—yaitu dengan peduli pada lingkungan sekitar melalui amar ma'ruf nahi munkar.

Dalil 2: Perintah Membentuk Komunitas Dakwah

Allah juga berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ

"...waltakum mingkum ummatuy yad'ūna ilal-khaīr..."

Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan..."

Ayat ini memerintahkan harus selalu ada sekelompok orang, komunitas, atau gerakan yang fokusnya adalah berdakwah. Dakwah tidak boleh mandeg, karena jika dakwah berhenti, kemungkaran yang akan mengambil alih ruang publik kita.

Lalu bagaimana cara kita mengeksekusinya? Rasulullah SAW bersabda dan memberikan formula yang sangat logis dan bertingkat dalam hadis pendek riwayat Imam Muslim:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ

"...Man ra'ā mingkum mungkaran falyughayyirhu biyadih..."

Artinya: "Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya)..."

Rasulullah SAW membagi tingkatan ini menjadi tiga bagian yang disesuaikan dengan kemampuan kita:

Dengan Tangan (Kekuasaan/Otoritas): Ini adalah porsi bagi para pemimpin, pemerintah, aparat penegak hukum, atau orang tua di rumah. Seorang ayah menggunakan "tangannya" untuk melarang anaknya berpacaran atau melakukan hal-hal yang melanggar syariat. Seorang pemimpin menggunakan "tangannya" dengan membuat undang-undang atau regulasi yang menutup pintu-pintu maksiat.

Dengan Lisan (Nasihat dan Edukasi): Jika kita tidak punya kekuasaan, gunakan lisan kita. Berikan nasihat yang lembut, buat konten dakwah di media sosial, atau bicaralah yang baik. Kelanjutan hadisnya berbunyi: Fa il-lam yastathi' fa bilisanih (Jika tidak mampu dengan tangan, maka dengan lisannya).

Dengan Hati (Selemah-lemah Iman): Kelanjutan terakhir dari hadis tersebut adalah: Fa il-lam yastathi' fa biqalbih, wa dzalika adh'afu-iman (Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman). Caranya bagaimana? Dengan membenci perbuatan maksiat tersebut, tidak ikut meramaikannya, tidak memberi view atau like jika di media sosial, lalu mendoakan agar si pelaku mendapatkan hidayah.

Apa dampaknya jika kita semua memilih jalur aman, bersikap apatis, dan mengatakan, "Ah, itu urusan mereka, dosa tanggung sendiri-sendiri"?

Rasulullah SAW membuat perumpamaan yang luar biasa tentang sebuah kapal. Ada sekelompok orang di atas kapal, sebagian di dek atas dan sebagian di dek bawah. Orang yang di dek bawah ketika butuh air harus naik ke atas. Karena merasa merepotkan orang di atas, orang bawah berpikir: "Bagaimana kalau kita lubangi saja dasar kapal ini, supaya kita dapat air langsung dari bawah tanpa mengganggu yang di atas?"

Kata Rasulullah SAW, jika orang-orang yang di dek atas membiarkan saja orang bawah melubangi kapal tersebut, apa yang terjadi? Semua penumpang kapal akan tenggelam dan binasa bersama-sama.

Begitulah kemaksiatan. Ketika judi online merajalela, narkoba merusak remaja, pornografi merusak otak anak-anak, dan kita yang merasa "sudah saleh" ini hanya diam, maka ketika azab atau dampak sosialnya datang, musibah itu tidak hanya menimpa pelaku maksiat, tapi juga akan menggulung orang-orang saleh yang diam tersebut.

Namun, ada catatan penting yang harus kita garis bawahi. Menegakkan amar ma'ruf nahi munkar tidak boleh dilakukan secara serampangan. Kita harus memakai adab. Para ulama merumuskan kaidah:

"Mengajak kepada yang ma'ruf harus dengan cara yang ma'ruf (baik). Dan mencegah yang munkar tidak boleh menimbulkan kemunkaran yang lebih besar."

Kita tidak bisa membubarkan tempat maksiat dengan cara membakar pemukiman warga sekitar. Kita tidak bisa menasihati orang yang belum shalat dengan cara memaki dan mengkafir-kafirkannya di depan umum.

Gunakan metode yang diajarkan Al-Qur'an: Bil-hikmah (dengan ilmu dan kebijaksanaan), wal mau'idzatil hasanah (dengan nasihat yang baik), wa jadilhum billati hiya ahsan (dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik). Tujuan kita adalah menyembuhkan orang yang sakit moralnya, bukan membunuh orangnya. Kita membenci perbuatannya, bukan membenci manusianya.

Sebagai penutup dari ceramah ini, mari kita bawa pulang sebuah komitmen di dalam hati kita masing-masing. Mari kita hidupkan kembali syiar amar ma'ruf nahi munkar ini mulai dari unit terkecil, yaitu diri kita sendiri dan keluarga kita.

Pastikan anak-anak kita terjaga salatnya.

Pastikan gawai (HP) yang dipegang keluarga kita bersih dari tontonan maksiat.

Gunakan akun media sosial kita untuk menyebarkan minimal satu kebaikan setiap harinya.

Semoga Allah SWT menggolongkan kita semua ke dalam barisan hamba-hamba-Nya yang setia menegakkan kebenaran, saling menasihati dalam kesabaran, dan senantiasa dijaga dari segala bentuk fitnah dunia.

Wassalam wrwb.

#ContaAgamaCintaNegara.

#DemokrasiPancasila.

#NkriHargaMati.

#GerakanCintaIndonesia

#AmarMarufNahiMunkar.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment