News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PRNU dan MWC diminta berjuang mengembalikan marwah perdiri NU.

PRNU dan MWC diminta berjuang mengembalikan marwah perdiri NU.


Pelantikan Pengurus MWC NU Genuk oleh PCNU Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keprihatinan Kondisi PBNU dan Seruan Mengembalikan Marwah NU*
*Serukan untuk pengurus NU akar rumput yang kerja nyata Ranting dan MWC NU tetap istikomah berkitmah untuk umat dan masyarakat bukan untuk para penjabat dan penguasa"*

*"KEMBALIKAN MARWAH NU: BEKHIDMAH UNTUK UMMAT, BUKAN UNTUK PEJABAT DAN PENGUASA"*
*Seruan Sesepuh Ulama' Karismatik Jateng di Pelantikan MWC NU Genuk*

*Semarang, 04 Oktober 2026* – Suasana haru. Hening dan keprihatinan menyelimuti acara *Pencerahan dan Pembekalan Pelantikan MWC NU Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.*

Dalam mauidzohnya, *Sesepuh Ulama' NU Karismatik Jawa Tengah* menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi *PBNU saat ini*. Beliau menegaskan, kita-kita NU yang idealis merasa prihatin karena arah gerak organisasi saat ini dinilai *jauh dari cita-cita luhur para muassis (pendiri) NU*, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan para muassis lainnya.

> "NU didirikan bukan untuk mengejar jabatan, bukan untuk mendekat kepada penguasa. NU didirikan untuk _bekhidmah_ (berkhidmat) kepada ummat, menjaga Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah, menjaga pesantren, menjaga wong cilik. Saat ini kita melihat NU seperti kehilangan ruhnya. Kita yang di akar rumput harus prihatin," dawuh beliau.

Sesepuh tersebut menambahkan, tugas berat saat ini berada di pundak *NU akar rumput, yaitu di tingkat Ranting dan MWC (Majelis Wakil Cabang)*.

*Tugas kita sekarang adalah:*

*1. Mengembalikan Marwah NU:* Mengembalikan NU kepada khittah-nya sebagai Jam'iyyah Diniyyah Ijtimaiyyah, bukan menjadi alat politik praktis pejabat dan penguasa.

*2. Bekhidmah untuk Ummat:* Fokus utama Ranting dan MWC adalah melayani ummat: mengurusi masjid, musholla, madrasah, santri, tahlil, dan kebutuhan sosial warga Nahdliyyin, bukan sibuk mengurusi proyek dan kekuasaan.

*3. Menjaga Jarak dengan Kekuasaan:* NU harus tetap menjadi mitra kritis dan moral force bagi penguasa, bukan menjadi bemper penguasa.

Pesan tersebut disambut dengan bersholawat nabi Muhammad SWA dan komitmen oleh seluruh pengurus MWC NU Genuk yang baru dilantik untuk tetap istiqomah menjaga tradisi dan marwah NU yang luhur.

Acara pelantikan MWC NU Kecamatan Genuk Kota Semarang tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Kiai, sesepuh NU, Banom, serta jamaah Nahdliyyin se-Kecamatan Genuk dan toga / Tomas, Ketua FKSP, Ketua DM, Ketua LDII dan Forkompimda, Lurah Genuksari.


"KETUM FKSP yang juga PRNU Genuksari, Genuk, Kota Semarang.– Turut hadir dalam acara Pelantikan MWC NU Kecamatan Genuk tersebut, *Ketua Umum FKSP (Forum Kiai Santri Pancasila) yang juga Ketua Ranting NU Genuksari, K.A. Robani Albar, S.H., M.H.*

Kiai Robani Albar sangat sependapat dengan dawuh sesepuh ulama' karismatik Jawa Tengah. Beliau yi Robanj menambahkan: "Saya sebagai Ketua Ranting NU Genuksari merasakan betul apa yang didawuhkan sesepuh. Hari ini Ranting dan MWC adalah benteng terakhir NU. Jika Ranting kuat, maka NU akan kuat. Jika Ranting hanya dijadikan stempel politik, maka NU akan keropos dari bawah."

> "Tugas kita di Ranting itu sederhana: ngurusi ummat. Ada warga sakit kita besuk, ada warga meninggal kita takziah, masjid harus makmur, TPQ harus hidup. Itu marwah NU yang sesungguhnya. Bukan berebut panggung di Jakarta," tegas K.A. Robani Albar, S.H., M.H.

Kiai Robani juga mengajak seluruh sedulur Ranting NU se-Kecamatan Genuk untuk tetap solid, kompak, dan kembali kepada prinsip ahli sunah waljama'ah dan dalam *Demokrasi Pancasila* dalam berorganisasi: musyawarah, kebersamaan, dan mengutamakan kemaslahatan ummat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

> "Mari kita jadikan Ranting NU sebagai rumah besar ummat, bukan rumah besar penguasa. FKSP akan selalu bersinergi dengan NU akar rumput untuk mengembalikan marwah NU yang cinta damai, toleran, dan membela wong cilik dan rakyat kecil yang banyak terdholimi," pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan secara pribadi," imbuh Robani

*Tyo & Tim.*

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment